Seluruh civitas akademika MAN 5 Sleman kembali mengawali aktivitas pendidikan pada hari pertama masuk Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, Senin (5/1/2026). Mengawali langkah di awal tahun 2026 ini, madrasah tidak langsung memulai aktivitas di dalam kelas, melainkan mengedepankan aksi kolektif seluruh warga madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman melalui kerja bakti massal.

Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan agenda pembiasaan doa pagi di masing-masing kelas. Didampingi oleh wali kelas, para siswa nampak khidmat melantunkan doa untuk memohon kelancaran dalam menempuh sisa tahun ajaran ini. Usai berdoa, kegiatan langsung disambung dengan pengkondisian ruang kelas. Para siswa secara mandiri menata bangku, membersihkan debu, dan merapikan sudut-sudut kelas agar suasana belajar di semester genap ini terasa lebih segar dan representatif.
Memasuki pukul 08.00 hingga 09.45 WIB, semangat gotong royong meluas ke seluruh area madrasah. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama seluruh siswa terjun langsung menyisir area lingkungan sekolah. Berdasarkan pembagian area yang telah ditentukan, semua pihak bahu-membahu membersihkan selokan, halaman, hingga taman madrasah. Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen warga madrasah dalam menjaga keasrian lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Waka Sarana dan Prasarana, Rahmat Nugroho, S.Kom., menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan elemen krusial dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa kesiapan sarana prasarana yang bersih adalah prioritas utama untuk menyambut Semester Genap. "Kenyamanan belajar dimulai dari lingkungan yang bersih. Hari ini kita pastikan seluruh sudut madrasah dalam kondisi prima sehingga siswa bisa lebih fokus dan nyaman saat mengikuti pembelajaran," ungkap Rahmat Nugroho.
Tepat pukul 10.00 WIB, suasana berubah menjadi lebih tenang saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai dilaksanakan secara efektif. Setelah fisik dikerahkan untuk bekerja bakti, kini para siswa mulai memfokuskan pikiran pada materi pelajaran. Kedisiplinan beribadah pun tetap terjaga hingga akhir jam sekolah, yang ditandai dengan pelaksanaan salat Dhuhur dan salat Asar berjamaah di masjid madrasah sebagai penutup rangkaian agenda hari pertama.
Kepala Madrasah, Mucharom, S.Ag., M.S.I., dalam komentarnya menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh guru maupun siswa. Beliau menekankan bahwa memulai semester genap dengan kerja bakti adalah bentuk pendidikan karakter yang konkret. "Saya sangat bangga melihat seluruh warga madrasah bersatu membersihkan lingkungan. Memasuki semester genap ini, kita butuh semangat baru dan lingkungan yang bersih agar proses transfer ilmu berjalan berkah. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan madrasah harus menjadi contoh terdepan dalam budaya bersih ini," tutur Mucharom, S.Ag., M.S.I.
Kirim Komentar